Jatengpos Berita Terbaru, Terupadate, Tergokil, Terkeren, dan Terunik

Lantaran Sering Di Bully, Pria 21 Tahun Ini Tancapkan Keris Peninggalan Sang Nenek Ke Punggung Tetangganya

Sungguh perilaku yang membuat pilu terjadi di tanah Palembang, seorang pemuda yang menaruh dendam karena pernah pernah ditampar di tempat umum, Atek (21) nekat mengajak dua tetangganya yang berdekatan rumah untuk diajak duel. Dari adu fisik tersebut, satu orang tewas dan satu orang lainnya mengalami koma di rumah sakit.

Seperti dikutip dari harian Merdeka.com, kronologi kejadian adalah saat tetangganya Dedi (30) dan Ipan (29) melintas depan rumahnya di Jalan Pangeran Sido Ing Kenayan, Kelurahan Karang Anyar, Gandus, Palembang, Kamis (17/8) sore. Pelaku langsung mengambil keris peninggalan neneknya dari lemari kamar rumahnya.

Atek lalu menantang kedua korban berduel dengannya. Tanpa menunggu jawaban, pelaku menusuk korban Dedi di bagian punggung. Dedi dan Ipan berusaha menyelamatkan diri karena tidak memiliki senjata buat melawan.

Pelaku yang sudah kalap kemudian mengejar keduanya dan kembali menusuk keris ke kedua korban. Dedi tewas di tempat, sedangkan Ipan kritis akibat mengalami empat luka tusuk dan akhirnya dibawa ke rumah sakit. Selang beberapa jam, pelaku Atek diringkus polisi.

Kepada pihak kepolisian, Atek yang telah ditetapkan sebagai tersangka mengaku menyimpan dendam kepada kedua korban karena pernah menampar di depan banyak orang. Meski menangis, dia tetap saja menjadi bahan bullying kedua korban yang akhirnya menjadi luka tak terobati di batin sang pelaku kejahatan.

“Sudah lama saya dendam, sakit hati dibuat begitu. Makanya saya cari waktu buat kasih pelajaran, akhirnya kesampaian,” ungkap tersangka Atek di Mapolsek Gandus Palembang, Jumat (18/8).

Kapolsek Gandus Palembang AKP Aidil Fitri mengatakan, tersangka diringkus di rumahnya tanpa perlawanan, tiga jam usai kejadian. Tersangka dikenakan dikenakan Pasal 351 ayat (3) junto Pasal 351 ayat (2) tentang penganiayaan dengan ancaman pidana di atas lima tahun penjara.

“Motifnya dendam, tersangka sering dipermalukan oleh korban. Korban dan tersangka masih bertetangga,” ucapnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *